“Tok..tok…tok…”
Pintu diketuk tiga kali…
“Assalamu’alaykum…”
diringi salam, suara seorang akhwat dari balik pintu,
Serentak dijawab salam dari dalam ruang sekret,
Ia masuk menunduk agar tak tampak diluar batas dinding hijab,
sedikit mempercepat langkah,
menggapai cepat tempat duduk disisi akhwat yang lain…
Duduk dengan sedikit menghela nafas,
cepat ia tepis lelahnya dengan menggapai hangat tangan-tangan akhwat yang lain...
Genggam sapa tangannya penuh giroh, erat sekali….
berlumur senyum tampak cerah wajahnya,
Mengena kepada semua akhwat disudut-sudut ruang itu…
Belum sempat ia mengucap maaf atas keterlambatannya setengah jam,
seorang akhwat telah lebih dulu bertanya,
“Tumben telat ukh?”
Ia awali jawabannya dengan senyum kembali,
“Oh afwan tadi di kos ada tamu, afwan…. :-) ”
“Oh… :-) ” jawaban senyum balik dari sang teman…
Senyum Fulana indah sekali….
Tampak ketulusan dari senyum itu…
Tenang hati bagi yang melihat…
Setiap akhwat yang menoleh ke pandangnya, sapanya adalah senyum…
Ia sungguh mencintai Saudarinya, cintanya tulus,
karna cinta nya adalah Lillah, cinta karna Allah semata….
Tapi sungguh,
dibalik itu,
Sesuatu yang entah apa itu,
sedang bergelut dengan senyum tulusnya….
“Kaifa khaluki Ukh Fulana?”
Tanya seorang ikhwan diseberang hijab tertuju padanya…
“Alhamdulillah baik…”
“Bagaimana menurut antum tentang tema agenda kita pekan ini, bisa di lihat di Whiteboard…?”
Fulana menerka, ia tau, suara itu milik seorang akh Mas’ul…
“Afwan sebelumnya tadi saya terlambat…
Hmm,….
Menurut saya, karna agenda kita ini objeknya adalah semua kader,
termasuk kader baru, maka saya rasa kita butuh tema yang lebih inklusif
dan lebih ringan”
Seperti biasa, jawabnya padat saja, bersahaja….
Akhwat lain mengangguk….
Bisa ditebak diseberang sana pun begitu dengan para ikhwan…
“Tadi kita juga sempat menyampaikan statement demikian, bisa kita sepakati itu….
Hmm, oh ya, afwan, Anti telat, kenapa?”
“Eh
afwan, saya tidak izin atas keterlambatan saya sebelumnya, tadi ada
tamu di kos mendadak dan mendesak, afwan mendahulukan tamu….”
Fulana tertunduk sejenak….
Tapi tetap berusaha tidak menampakkan apa yang ia rasakan….
mimik wajahnya tetap memancarkan kecerahan… seolah semua baik-baik saja…
Tapi sungguh,
entah apa itu,
sesuatu sedang bergelut, dibalik cerah mimik wajahnya….
……………………………………………………………………………………………………………………………………..........
Akhir-akhir ini Fulana beberapa kali absent dalam agenda maupun syuro’ lembaga….
Agenda lembaga ini sebelumnya mengadakan semacam acara trainging for traner untuk semua kader kampus…
Fulana pun tidak berkesampatan hadir…
Toh ia sadar,
ia kader baru,
posisinya dalam lembaga ini hanyalah posisi biasa..,
tak mungkin banyak dipertanyakan orang atas ketidakhadirannya dalam agenda yang cukup besar ini….
Tapi sungguh, senyum nya yang menyejukkan hati dipertanyakan keberadaan empunya….
Ia sungguh dinanti keberadaannya, tapi Fulana tak menyadari hal itu….
karna Allah mencintainya, jadilah ia dicintai semua makhluk termasuk Saudari-Saudarinya….
Konfirmasi izin kepada mas’ulah lembaga tetap digulirkan dengan alasan ada asasi…
Keterlambatan
yang dikatakannya sebagai asasi atau tamu adalah waktu untuk ia
menyesuaikan diri dengan rasa yang menggerogoti kuat fisiknya…
hingga ia harus mempersiapkan diri meladeni untuk selanjutnya menguat-nguatkan diri….
Setiap agenda yang terlewat itu,
Sungguh ia ingin hadir, ingin ikut terlibat…
ingin banyak belajar dari yang sudah senior…
ingin tau banyak hal baru…
dan mengenal kader-kader lain, ingiin…
ingin sekali….
Tapi, apa daya, tubuhnya kini begitu lemah,
meski sering kali dilawan dengan batinnya yang tidak bisa menerima kelemahan ini…… T.T
Ia teringat vonis dokter beberapa hari lalu…
Ingat juga pesan agar banyak beristirahat….
Ia ingin kembali berlari pagi-pagi buta untuk syuro’ dadakan…
Ia ingin kembali bergadang mengerjakan tugas proposal agenda yang sudah deadline….
Ia ingin kembali berpusing ria atas laporan bendaharanya yang sering kali tidak balance….
Ia ingin kembali duduk bersama Mas’ulahnya dan tersengat semangatnya…
Ia ingin kembali terbang tinggi seperti Merpati…..
Ingin….
Tak ada yang tau ia sedang terbaring lemah ketika sendiri di ruang 3x4 meter kamar kos nya,
dan berkali-kali menahan mimik wajahnya yang melawan rasa sakit ketika berada ditengah Saudara-Saudara yang begitu ia cintai….
Yang Saudaranya tau hanyalah ia selalu baik-baik saja….
dengan senyum terindahnya selalu, Ia baik-baik saja….
Mungkin seperti itulah ukhuwah,
tampaklah berbinar selalu dihadapan Saudara yang lain…..
Selalu berbagi kebahagiaan, tidak untuk kesedihan…
Agar Saudaranya juga tetap senyum merekah, agar tak ada air mata di hadapnya….
Cukup ia saja lah…. Cukup ia dan IA….
Karna begitulah Fulana….
Hingga merpati yang seharusnya mengepakkan sayap dengan optimalnya,
Tapi kini, merpati tak lagi terbang tinggi………….
#Tetap semangat untuk Saudari ku terkasih yang sedang terbaring sakit…..
Aku menantimu terbang tinggi bersama kembali….
Engkau Merpati yang begitu berarti…
So, jaga kesehatan dan….. Keep smile :-)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar