Jumat, 06 Juli 2012
Ibu…. Ayah….. Adik-Adikku……Miss U…..
Setahun sekali mudik…. Sudah tertulis di kertas 100 target hidupku…
Inilah pendewasaan diri, untuk ku, dan juga adik-adikku…..
meski harus merelakan rasa rindu ini…
Kedua orang tua tercinta,
mungkin mereka ingin berlama-lama dengan ku…. Bergitupun adik-adik….
Ingin selalu bersama…..
Tapi mereka faham aku disini bersama amanahku……
Jadi biarlah, biarlah Allah selalu dihati mereka dan di hati ku….
tenteram kan selalu dirasa….
Rindu ini akan menambah nilai ibadah kesabaran…
Do’akan anakmu ibu…. Ayah …. Dibumi rantauan… di pulau seberang….
Aku akan lebih ‘hebat’ dari yang ibu dan ayah bayangkan……….
Miss u so much….
Semoga kesehatan, perlindunganNYA, dan kebahagian selalu menyertai ibu, ayah, dek Yuda, dek Titin tersayang semua…… Aamiin yaa Rabb….
Senin, 02 Juli 2012
....so much......
Jiwa-jiwa perindu....
Pastilah engkau merasakan hal yang sama...
Merindukan suasana rumah saat Ramadhan bersama keluarga...
Sahur terkantuk-kantuk tapi tetap sahur karna dibersamai....
Menyiapkan menu buka dan sahur bersama ibu...
Berbuka bersama keluarga besar....
Canda adik-adik tercinta....
Senyum ayah bunda...
taraweh berjama'ah...
Si kecil dengan balutan mukenah barunya....
Hingga lebaran tiba....
Miss u...
Ramadhankan Hati mu :)
Ramadhan bukan sekedar berlapar lapar puasa...
Haus menahan dahaga...
Bukan sekedar itu,
Tapi,
Ramadhankan hati mu..... ^^
Persiapkan..... Ramadhan.... *n_n*
17 Hari lagi Ramadhan tiba...
bagaimana persiapan kita?
Menyambut bulan yang lebih baik dari seribu bulan...
Siap-siap..... Miss u Ramadhan :)
Puasa....
Shodaqoh...
Sholat malam....
Tilawah....
Amal yaumi lainnya, mari biasakan....
Agar Ramadhan pun amalan semakin meningkat dan berlipat ganda pahala...
Do'a yang selalu terpanjat adalah semua kita semua dipertemukan dengan Ramadhan tahun ini.....
Rosulullah mempersiapkan Ramadhan 6 bulan sesudahnya dan 6 bulan sebelumnya...
Mari sambut bulan istimewa ^^
Semangat menempa kebaikan....!
Ternyata, AKU……
Heheee :D
SubhanAllah ya….
Pasangan pengantin ikhwah yang cuakep dengan balutan pakaian adat Sumatera Selatan….
Nanti aku mau kayak ini desainnya….^^
Kira-kira aku kapan ya?
He?
Udah mau? Udah siap?
Hehee :D Belum si….
Hanya selintas terpikirkan….
Jadi aku kapan?
Siapa ya?
Hayalan mahasiswi semester 3….
Taka pa, semua kita harus siap…..
Sunah Rosul….^^
Stand Up Teaching Show....
Suka geli sendiri melihat tingkah dan polah dosen di kampus… Ada-ada saja…. Kadang sang dosen tidak bermaksud guyon, tapi entahlah, justru karna tingkah serius yang berbalur sesuatu yang ‘tidak biasa’ itu kita suka menirukan gaya nya yang kocak menurut kita.…
Ada dosen yang suka berkata…. “Saudara”….
yak Saudara…. Baik Saudara… Begitulah Saudara…. Saudara,bagaimana ini……
Dikit-dikit Saudara…. Diakhir kalimat ucapannya, diawal atau ditengah kalimat, diselipkan kata Saudara, dengan intonasi yanag khas…. Coba saja tanya teman kelas untuk menirukan gayanya, semua jagonya….. Tidak lucu sebenarnya, tapi entahlah, geli saja gitu….. hehee…
Hehee…. :D
Ada juga dosen yang saya salut, sungguh saya salut… mungkin sama dengan teman-teman yang lain…. Seorang dosen yang sering kali mengingatkan ku dan membuat ku semakin rindu dengan nenek ku nun jauh di pulau seberang….. Sungguh, subhanAllah ya, sudah tidak muda lagi, tapi semangat mengajarnya luar biasa…. Bisa dipastikan beliau selalu hadir mengajar di kelas… Luas biasa…. Sungguh, ilmu yang dibagi akan terus bertambah dan mengalir terus manfaat dan pahalanya jika dibagikan dan diajarkan kepada orang lain….. Super….^^
Banyak hal yang bisa diambil pelajaran dari seorang Dosen….
Bukan hanya materi kuliah yang disampaikan, tapi juga nilai moral dan penerapannya….
Hormati ia, bayangkan ia adalah ibu atau ayah kita sendiri….
Bayangkan bagaimana jika ibu atau ayah kita sendiri diacuhkan oleh orang-orang sekitarnya,
Ga mau kan?
Hormati mereka…. Terima mereka dan bersabarlah…. ^^
Kamis, 28 Juni 2012
Saudariku…..
Pernah, semangat ini layu…. Bagai kembang tak jadi…
Iman ini fruktuasi, hingga mencapai titik rendah dan parah….
Jika diri sendiri tak mampu menyemangati dan mengembalikan ghiroh itu,
Lalu, diri akan semakin terpuruk….
Apalagi?
TIDAK, aku tidak sendiri…. Sekali lagi TIDAK…..
Maha Pengasih Engkau yaa Rabb….
Engkau hadirkan orang-orang luar biasa….
Saudari bidadari-bidadari surga yang selalu menyertai….menyemangati…..
Melihat senyumnya mengingatkan ku pada MU….
Bersama, membuatku terarah….
Bersama, membuatku terhindar dari galau kronis, tingkat penyakit futur….
Bersama, membuatku tenteram karna semua berlandas cinta untuk MU…..
Engkau Maha Sempurna, Maha Segalanya…..
Terima kasih semua…..:)
Jaringan…. T.T…… Kemuslimahan……^^
“Saya lah yang salah… saya yang tidak amanah…. Saya yang tidak mampu…
Ikhlaskan keputusan ini….”
Kalimat itu berulang kali saya lontarkan dengan penuh isak hati yang meluap-luap,
kepada koakh departemen Lembaga Dakwah Fakultas,
sebuah keluarga yang luar biasa bagi saya….
dan…. berhijabkan pohon hijau yang rindang, di Taman Pancasila terik siang kala itu…..
Duduk disebarang sana seorang Ayahanda dari harokah ini….
Duduk dihadapan, masih ditemani mata yang sudah berkaca-kaca dari Ibunda departemen….
“Ingatkah antum kepada tauladan baginda Rasulullah,
ketika pertama kali mendengar pemberian amanah tentang kerosulannya,
ia gemetar, mencoba bunuh diri…. Lari…. Terisak… Takut….
Tapi lihatlah, ketika Allah sudah mengamanahkannya,
Rosulullah teladan sepanjang massa…..”
Ku tatap kembali wajah Ibunda,
wajah merawang lantai, terpaku dihadapan ku…
Wajah itu, ah… Aku tak tega, sungguh….
Tapi…. Ini sudah keputusan ku…..
“Saya tidak KELUAR dari jalan ini akh, ukh….
Saya hanya PINDAH….
Taukah, pernah seorang sahabat Rosulullah bertanya pada Rosulullah….
“Wahai Rosulullah, kapankah bisa terjadi kiamat?”
Rosulullah menjawab “yaitu ketika amanah itu disia-siakan, maka tunggulah kiamat”….
Sahabat Rosulullah bertanya kembali “Wahai Rosulullah, seperti apa itu amanah disia-siakan?”
Rosulullah menjawab “yaitu ketika amanah itu jatuh ke tangan orang-orang yang salah,
maka tunggulah kehancuran itu…”
“Maka, saya merasa tidak mampu, saya menyia-nyiakan amanah… saya orang salah….
Dengan tidak bermaksud lari dari masalah…
Inipun masalah personal, masalah saya sendiri, bukan departeman ini…..
maka, Izinkan saya membangun sesuatu yang baru dengan suasana baru…..
Afwan…. Jaringan…..
Saya, keluarga baru Kemuslimahan….
Senin, 25 Juni 2012
Kembalilah.......Kakak.....
Ketika aku mengetikkan catatan ini,
Tuts lepi ku kepalang basah….
Jemari pun gemetaran….
Terisak aku kini….
Nafas sudah terengah-engah….
Beberapa kali menuliskan ejaan yang salah….
Tak seimbang antara jemari dan pikiran…
Ada sesuatu yang membuat hati ku tak bisa di ajak kompromi saat ini….
Emosi menuliskan sesuatu ini yang mungkin tiada arti bagi yang tidak memahami….
Hingga hentakan jari ku keras sekali, tak karuan lagi….
Ketika aku tak mampu bicara,
Setidaknya sekedar menumpahkan apa sebenarnya ingin ku sampaikan….
Ingatkah engkau,
QS An-Nur ayat 31:
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya…”
Sakiiiit sekali mata dan telinga ini
melihat ‘sesuatu’ yang engkau pamerkan cantik berhias kilaunya….
Engkau tunjukkan dan mulai bertutur kisahnya,
beriring senyum simetris bahagiamu….
Masih kau engkau menyimpan iman dibalik senyum itu?
Sadar?...
Teman mu disamping pun menunjukkan ‘sesuatu’ yang sama….
Ada sebuah reuni satu aliran disini….
Aliran menghalalkan sesuatu yang jelas belum halal….
Ternyata, engkau pun telah mendoktrin teman mu atas pembenaran prinsip itu… ya Rabb….
Seketika itu juga aku berdo’a, agar Allah membantu memegangi hati ini….
Juga do’a untuk mu…… untuk mu…. untuk mu…… T.T
Harus tetap berbuat sesuatu….
Merasa bersalah………. T.T
Kenapa pula aku tidak berusaha mengingatkan?
Kenapa lidah ini kaku?
Kenapa nyali menjadi ciut……..kenapa…..
Kenapa sulit untuk sekedar menyinggung…… T.T
Seorang saudara seiman seharusnya: nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran…..
Walau pahit…..
Ketika saudara kita sendiri bermasalah,
Maka bisa jadi itu salah kita….…..
Kenapa? Karna mungkin kita tak intensif berada disampingnya….
Tak intensif memberikan sengatan semangat mentaburi ayat-ayatNYA….
Aku yakin,
Masih ada sisa-sisa iman di hatimu,
Masih bersemayang sesuatu yang membenarkan sunah Rosul dan larangan agama…..
Walau sekecil apapun itu,
Aku tau,
ada perasaan tidak enak ketika “hasil kilatan blits” terekspos bebas itu dilihat oleh ku atau ikhwahfillah yang lain…..Aku tau….
Yah, aku tau,
Prinsip mu membenarkan itu, aku faham….
Tapi aku juga faham, bahwa masih ada kefahamanmu dan pembenaranmu atas dalil yang lebih kuat: Al-Qur’an, tentang larangan itu….
Masih ada pembenaranmu ketika fitnah dan mudhorat jauh lebih banyak dari prinsip mu….
Aku faham kakak….izinkan aku memanggilmu kakak?
Tau kah engkau?
Seorang teman ku menanyakan mu?
Pertanyaan itu, bagai langit runtuh diatas kepalaku…..
Menanyakan engkau dengan ‘lebel performance’ mu atas ‘hasil kilatan blits’ yang terpajang itu?
Aku harus jawab apa???
Aku hanya bisa menangisinya…..
Karna engkau tampil dengan lebel itu, dan merusaknya…….
Tampilanku yang juga dengan lebel itu, juga ikut sakiiit akan pertanyaan mereka……
Lalu,
Ketika sms tak pernah dibalas lagi kecuali sangat penting….
Kali ini saja,
Dengarkan aku,
Kakak, Aku mohon…..
Dengarkan ini,
Aku mohon….
Aku hanya ingin engkau kembali……
hanya itu…..
#Seorang saudara kita terjangkit '"virus" dan kini yang semakin menjauh, mohon do'anya.... T.T
Tuts lepi ku kepalang basah….
Jemari pun gemetaran….
Terisak aku kini….
Nafas sudah terengah-engah….
Beberapa kali menuliskan ejaan yang salah….
Tak seimbang antara jemari dan pikiran…
Ada sesuatu yang membuat hati ku tak bisa di ajak kompromi saat ini….
Emosi menuliskan sesuatu ini yang mungkin tiada arti bagi yang tidak memahami….
Hingga hentakan jari ku keras sekali, tak karuan lagi….
Ketika aku tak mampu bicara,
Setidaknya sekedar menumpahkan apa sebenarnya ingin ku sampaikan….
Ingatkah engkau,
QS An-Nur ayat 31:
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya…”
Sakiiiit sekali mata dan telinga ini
melihat ‘sesuatu’ yang engkau pamerkan cantik berhias kilaunya….
Engkau tunjukkan dan mulai bertutur kisahnya,
beriring senyum simetris bahagiamu….
Masih kau engkau menyimpan iman dibalik senyum itu?
Sadar?...
Teman mu disamping pun menunjukkan ‘sesuatu’ yang sama….
Ada sebuah reuni satu aliran disini….
Aliran menghalalkan sesuatu yang jelas belum halal….
Ternyata, engkau pun telah mendoktrin teman mu atas pembenaran prinsip itu… ya Rabb….
Seketika itu juga aku berdo’a, agar Allah membantu memegangi hati ini….
Juga do’a untuk mu…… untuk mu…. untuk mu…… T.T
Harus tetap berbuat sesuatu….
Merasa bersalah………. T.T
Kenapa pula aku tidak berusaha mengingatkan?
Kenapa lidah ini kaku?
Kenapa nyali menjadi ciut……..kenapa…..
Kenapa sulit untuk sekedar menyinggung…… T.T
Seorang saudara seiman seharusnya: nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran…..
Walau pahit…..
Ketika saudara kita sendiri bermasalah,
Maka bisa jadi itu salah kita….…..
Kenapa? Karna mungkin kita tak intensif berada disampingnya….
Tak intensif memberikan sengatan semangat mentaburi ayat-ayatNYA….
Aku yakin,
Masih ada sisa-sisa iman di hatimu,
Masih bersemayang sesuatu yang membenarkan sunah Rosul dan larangan agama…..
Walau sekecil apapun itu,
Aku tau,
ada perasaan tidak enak ketika “hasil kilatan blits” terekspos bebas itu dilihat oleh ku atau ikhwahfillah yang lain…..Aku tau….
Yah, aku tau,
Prinsip mu membenarkan itu, aku faham….
Tapi aku juga faham, bahwa masih ada kefahamanmu dan pembenaranmu atas dalil yang lebih kuat: Al-Qur’an, tentang larangan itu….
Masih ada pembenaranmu ketika fitnah dan mudhorat jauh lebih banyak dari prinsip mu….
Aku faham kakak….izinkan aku memanggilmu kakak?
Tau kah engkau?
Seorang teman ku menanyakan mu?
Pertanyaan itu, bagai langit runtuh diatas kepalaku…..
Menanyakan engkau dengan ‘lebel performance’ mu atas ‘hasil kilatan blits’ yang terpajang itu?
Aku harus jawab apa???
Aku hanya bisa menangisinya…..
Karna engkau tampil dengan lebel itu, dan merusaknya…….
Tampilanku yang juga dengan lebel itu, juga ikut sakiiit akan pertanyaan mereka……
Lalu,
Ketika sms tak pernah dibalas lagi kecuali sangat penting….
Kali ini saja,
Dengarkan aku,
Kakak, Aku mohon…..
Dengarkan ini,
Aku mohon….
Aku hanya ingin engkau kembali……
hanya itu…..
#Seorang saudara kita terjangkit '"virus" dan kini yang semakin menjauh, mohon do'anya.... T.T
Merpati Tak Lagi Terbang Tinggi.... T.T
“Tok..tok…tok…”
Pintu diketuk tiga kali…
“Assalamu’alaykum…”
diringi salam, suara seorang akhwat dari balik pintu,
Serentak dijawab salam dari dalam ruang sekret,
Ia masuk menunduk agar tak tampak diluar batas dinding hijab,
sedikit mempercepat langkah,
menggapai cepat tempat duduk disisi akhwat yang lain…
Duduk dengan sedikit menghela nafas,
cepat ia tepis lelahnya dengan menggapai hangat tangan-tangan akhwat yang lain...
Genggam sapa tangannya penuh giroh, erat sekali….
berlumur senyum tampak cerah wajahnya,
Mengena kepada semua akhwat disudut-sudut ruang itu…
Belum sempat ia mengucap maaf atas keterlambatannya setengah jam,
seorang akhwat telah lebih dulu bertanya,
“Tumben telat ukh?”
Ia awali jawabannya dengan senyum kembali,
“Oh afwan tadi di kos ada tamu, afwan…. :-) ”
“Oh… :-) ” jawaban senyum balik dari sang teman…
Senyum Fulana indah sekali….
Tampak ketulusan dari senyum itu…
Tenang hati bagi yang melihat…
Setiap akhwat yang menoleh ke pandangnya, sapanya adalah senyum…
Ia sungguh mencintai Saudarinya, cintanya tulus,
karna cinta nya adalah Lillah, cinta karna Allah semata….
Tapi sungguh,
dibalik itu,
Sesuatu yang entah apa itu,
sedang bergelut dengan senyum tulusnya….
“Kaifa khaluki Ukh Fulana?”
Tanya seorang ikhwan diseberang hijab tertuju padanya…
“Alhamdulillah baik…”
“Bagaimana menurut antum tentang tema agenda kita pekan ini, bisa di lihat di Whiteboard…?”
Fulana menerka, ia tau, suara itu milik seorang akh Mas’ul…
“Afwan sebelumnya tadi saya terlambat…
Hmm,…. Menurut saya, karna agenda kita ini objeknya adalah semua kader, termasuk kader baru, maka saya rasa kita butuh tema yang lebih inklusif dan lebih ringan”
Seperti biasa, jawabnya padat saja, bersahaja….
Akhwat lain mengangguk….
Bisa ditebak diseberang sana pun begitu dengan para ikhwan…
“Tadi kita juga sempat menyampaikan statement demikian, bisa kita sepakati itu….
Hmm, oh ya, afwan, Anti telat, kenapa?”
“Eh afwan, saya tidak izin atas keterlambatan saya sebelumnya, tadi ada tamu di kos mendadak dan mendesak, afwan mendahulukan tamu….”
Fulana tertunduk sejenak….
Tapi tetap berusaha tidak menampakkan apa yang ia rasakan….
mimik wajahnya tetap memancarkan kecerahan… seolah semua baik-baik saja…
Tapi sungguh,
entah apa itu,
sesuatu sedang bergelut, dibalik cerah mimik wajahnya….
……………………………………………………………………………………………………………………………………..........
Akhir-akhir ini Fulana beberapa kali absent dalam agenda maupun syuro’ lembaga….
Agenda lembaga ini sebelumnya mengadakan semacam acara trainging for traner untuk semua kader kampus…
Fulana pun tidak berkesampatan hadir…
Toh ia sadar,
ia kader baru,
posisinya dalam lembaga ini hanyalah posisi biasa..,
tak mungkin banyak dipertanyakan orang atas ketidakhadirannya dalam agenda yang cukup besar ini….
Tapi sungguh, senyum nya yang menyejukkan hati dipertanyakan keberadaan empunya….
Ia sungguh dinanti keberadaannya, tapi Fulana tak menyadari hal itu….
karna Allah mencintainya, jadilah ia dicintai semua makhluk termasuk Saudari-Saudarinya….
Konfirmasi izin kepada mas’ulah lembaga tetap digulirkan dengan alasan ada asasi…
Keterlambatan yang dikatakannya sebagai asasi atau tamu adalah waktu untuk ia menyesuaikan diri dengan rasa yang menggerogoti kuat fisiknya…
hingga ia harus mempersiapkan diri meladeni untuk selanjutnya menguat-nguatkan diri….
Setiap agenda yang terlewat itu,
Sungguh ia ingin hadir, ingin ikut terlibat…
ingin banyak belajar dari yang sudah senior…
ingin tau banyak hal baru…
dan mengenal kader-kader lain, ingiin…
ingin sekali….
Tapi, apa daya, tubuhnya kini begitu lemah,
meski sering kali dilawan dengan batinnya yang tidak bisa menerima kelemahan ini…… T.T
Ia teringat vonis dokter beberapa hari lalu…
Ingat juga pesan agar banyak beristirahat….
Ia ingin kembali berlari pagi-pagi buta untuk syuro’ dadakan…
Ia ingin kembali bergadang mengerjakan tugas proposal agenda yang sudah deadline….
Ia ingin kembali berpusing ria atas laporan bendaharanya yang sering kali tidak balance….
Ia ingin kembali duduk bersama Mas’ulahnya dan tersengat semangatnya…
Ia ingin kembali terbang tinggi seperti Merpati…..
Ingin….
Tak ada yang tau ia sedang terbaring lemah ketika sendiri di ruang 3x4 meter kamar kos nya,
dan berkali-kali menahan mimik wajahnya yang melawan rasa sakit ketika berada ditengah Saudara-Saudara yang begitu ia cintai….
Yang Saudaranya tau hanyalah ia selalu baik-baik saja….
dengan senyum terindahnya selalu, Ia baik-baik saja….
Mungkin seperti itulah ukhuwah,
tampaklah berbinar selalu dihadapan Saudara yang lain…..
Selalu berbagi kebahagiaan, tidak untuk kesedihan…
Agar Saudaranya juga tetap senyum merekah, agar tak ada air mata di hadapnya….
Cukup ia saja lah…. Cukup ia dan IA….
Karna begitulah Fulana….
Hingga merpati yang seharusnya mengepakkan sayap dengan optimalnya,
Tapi kini, merpati tak lagi terbang tinggi………….
#Tetap semangat untuk Saudari ku terkasih yang sedang terbaring sakit…..
Aku menantimu terbang tinggi bersama kembali….
Engkau Merpati yang begitu berarti…
So, jaga kesehatan dan….. Keep smile :-)
Pintu diketuk tiga kali…
“Assalamu’alaykum…”
diringi salam, suara seorang akhwat dari balik pintu,
Serentak dijawab salam dari dalam ruang sekret,
Ia masuk menunduk agar tak tampak diluar batas dinding hijab,
sedikit mempercepat langkah,
menggapai cepat tempat duduk disisi akhwat yang lain…
Duduk dengan sedikit menghela nafas,
cepat ia tepis lelahnya dengan menggapai hangat tangan-tangan akhwat yang lain...
Genggam sapa tangannya penuh giroh, erat sekali….
berlumur senyum tampak cerah wajahnya,
Mengena kepada semua akhwat disudut-sudut ruang itu…
Belum sempat ia mengucap maaf atas keterlambatannya setengah jam,
seorang akhwat telah lebih dulu bertanya,
“Tumben telat ukh?”
Ia awali jawabannya dengan senyum kembali,
“Oh afwan tadi di kos ada tamu, afwan…. :-) ”
“Oh… :-) ” jawaban senyum balik dari sang teman…
Senyum Fulana indah sekali….
Tampak ketulusan dari senyum itu…
Tenang hati bagi yang melihat…
Setiap akhwat yang menoleh ke pandangnya, sapanya adalah senyum…
Ia sungguh mencintai Saudarinya, cintanya tulus,
karna cinta nya adalah Lillah, cinta karna Allah semata….
Tapi sungguh,
dibalik itu,
Sesuatu yang entah apa itu,
sedang bergelut dengan senyum tulusnya….
“Kaifa khaluki Ukh Fulana?”
Tanya seorang ikhwan diseberang hijab tertuju padanya…
“Alhamdulillah baik…”
“Bagaimana menurut antum tentang tema agenda kita pekan ini, bisa di lihat di Whiteboard…?”
Fulana menerka, ia tau, suara itu milik seorang akh Mas’ul…
“Afwan sebelumnya tadi saya terlambat…
Hmm,…. Menurut saya, karna agenda kita ini objeknya adalah semua kader, termasuk kader baru, maka saya rasa kita butuh tema yang lebih inklusif dan lebih ringan”
Seperti biasa, jawabnya padat saja, bersahaja….
Akhwat lain mengangguk….
Bisa ditebak diseberang sana pun begitu dengan para ikhwan…
“Tadi kita juga sempat menyampaikan statement demikian, bisa kita sepakati itu….
Hmm, oh ya, afwan, Anti telat, kenapa?”
“Eh afwan, saya tidak izin atas keterlambatan saya sebelumnya, tadi ada tamu di kos mendadak dan mendesak, afwan mendahulukan tamu….”
Fulana tertunduk sejenak….
Tapi tetap berusaha tidak menampakkan apa yang ia rasakan….
mimik wajahnya tetap memancarkan kecerahan… seolah semua baik-baik saja…
Tapi sungguh,
entah apa itu,
sesuatu sedang bergelut, dibalik cerah mimik wajahnya….
……………………………………………………………………………………………………………………………………..........
Akhir-akhir ini Fulana beberapa kali absent dalam agenda maupun syuro’ lembaga….
Agenda lembaga ini sebelumnya mengadakan semacam acara trainging for traner untuk semua kader kampus…
Fulana pun tidak berkesampatan hadir…
Toh ia sadar,
ia kader baru,
posisinya dalam lembaga ini hanyalah posisi biasa..,
tak mungkin banyak dipertanyakan orang atas ketidakhadirannya dalam agenda yang cukup besar ini….
Tapi sungguh, senyum nya yang menyejukkan hati dipertanyakan keberadaan empunya….
Ia sungguh dinanti keberadaannya, tapi Fulana tak menyadari hal itu….
karna Allah mencintainya, jadilah ia dicintai semua makhluk termasuk Saudari-Saudarinya….
Konfirmasi izin kepada mas’ulah lembaga tetap digulirkan dengan alasan ada asasi…
Keterlambatan yang dikatakannya sebagai asasi atau tamu adalah waktu untuk ia menyesuaikan diri dengan rasa yang menggerogoti kuat fisiknya…
hingga ia harus mempersiapkan diri meladeni untuk selanjutnya menguat-nguatkan diri….
Setiap agenda yang terlewat itu,
Sungguh ia ingin hadir, ingin ikut terlibat…
ingin banyak belajar dari yang sudah senior…
ingin tau banyak hal baru…
dan mengenal kader-kader lain, ingiin…
ingin sekali….
Tapi, apa daya, tubuhnya kini begitu lemah,
meski sering kali dilawan dengan batinnya yang tidak bisa menerima kelemahan ini…… T.T
Ia teringat vonis dokter beberapa hari lalu…
Ingat juga pesan agar banyak beristirahat….
Ia ingin kembali berlari pagi-pagi buta untuk syuro’ dadakan…
Ia ingin kembali bergadang mengerjakan tugas proposal agenda yang sudah deadline….
Ia ingin kembali berpusing ria atas laporan bendaharanya yang sering kali tidak balance….
Ia ingin kembali duduk bersama Mas’ulahnya dan tersengat semangatnya…
Ia ingin kembali terbang tinggi seperti Merpati…..
Ingin….
Tak ada yang tau ia sedang terbaring lemah ketika sendiri di ruang 3x4 meter kamar kos nya,
dan berkali-kali menahan mimik wajahnya yang melawan rasa sakit ketika berada ditengah Saudara-Saudara yang begitu ia cintai….
Yang Saudaranya tau hanyalah ia selalu baik-baik saja….
dengan senyum terindahnya selalu, Ia baik-baik saja….
Mungkin seperti itulah ukhuwah,
tampaklah berbinar selalu dihadapan Saudara yang lain…..
Selalu berbagi kebahagiaan, tidak untuk kesedihan…
Agar Saudaranya juga tetap senyum merekah, agar tak ada air mata di hadapnya….
Cukup ia saja lah…. Cukup ia dan IA….
Karna begitulah Fulana….
Hingga merpati yang seharusnya mengepakkan sayap dengan optimalnya,
Tapi kini, merpati tak lagi terbang tinggi………….
#Tetap semangat untuk Saudari ku terkasih yang sedang terbaring sakit…..
Aku menantimu terbang tinggi bersama kembali….
Engkau Merpati yang begitu berarti…
So, jaga kesehatan dan….. Keep smile :-)
Ketika Harus 'Aku'.....
Sahabat terkasih,
Pasti engkau pernah menjadi sosok 'aku'....
Siapa?
Ketika harus ‘aku’...
Dorongan pemilihmu menyemangati….
Menepuk-nepuk pundakmu...
Jabat erat nya bertakbir....
Maka ketika itu hati 'ku' terawali dengan getaran di hati….
Ketika harus ‘aku’…
Bagai barang-barang berat berkarung ditumpuk dibahu….
Hingga Berselimut isak tersembunyi…
Menyesak,
tapi mereka lah penyebab 'aku' didepan....
Ketika harus ‘aku’…Terngiang seruannya dalam Al-Ahzab: 72…
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh"… Teringat ketika amanah khalifah ditujukan kepada langit, bumi, gunung-gunung, hewan, tumbuhan, mereka menolak tidak menyanggupi, tapi apalah diperbuat manusia dengan sombongnya mengiyakan…. Dan banyak nya yang mendustakan…
Ketika harus ‘aku’…
Maka istigfar itu tiada putus….
Bagai di uji iman dan lagi-lagi hati….
Ketika harus ‘aku’…
Teringat pertanyaan Imam Al-Ghozali tentang pertanyaan
Apa yang paling berat di dunia ini?’
Maka jawabannya adalah,
Sekali lagi jawabannya adalah memegang amanah….
Ketika harus ‘aku’…
Status baru didengar telinga-telinga lain,
Dan yang paling menyakitkan adalah ketika pujian tak henti bertubi-tubi….
Mirisnya adalah…….
Ketika hati merasa senang dengan pujian-pujian itu,
terlenakan,
dan karna pujian itu menambah giroh gerak,
maka astagfirullahaladzim….
Ketika harus ‘aku’…
PIkiran , hati, tenaga, semuanya mendapat bagian,
Atas nama ‘dakwah adalah cinta….’
Maka ketika harus ‘aku’…
Renovasi niat diawal, ditengah, beriring diakhir digencarkan…
Karena Allah mengetahui niat tersembunyi dan kata hati yang paling dalam sekalipun…
Dan hati itu pun akan diminta pertanggung jawaban….
Pengangi hati, ketika engkau harus menjadi ‘Aku’
Maka bersiaplah dengan ujian yang baru…
Tenanglah, semakin kuat iman seseorang, semakin kuat pula ujiannya….
Pertanda Allah sayang…
Ketika harus ‘aku,
dilempar pegangan,
Semoga sesuatu yang manis menantimu,
Dan jadilah ‘aku’ seutuhnya… ^^
Lalu siapa 'aku'...Itulah dirimu....Bersiap siaga lah….”
Spesial untuk sahabat terkasih nun jauh disana ^^ Miss u...:)
Pasti engkau pernah menjadi sosok 'aku'....
Siapa?
Ketika harus ‘aku’...
Dorongan pemilihmu menyemangati….
Menepuk-nepuk pundakmu...
Jabat erat nya bertakbir....
Maka ketika itu hati 'ku' terawali dengan getaran di hati….
Ketika harus ‘aku’…
Bagai barang-barang berat berkarung ditumpuk dibahu….
Hingga Berselimut isak tersembunyi…
Menyesak,
tapi mereka lah penyebab 'aku' didepan....
Ketika harus ‘aku’…Terngiang seruannya dalam Al-Ahzab: 72…
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh"… Teringat ketika amanah khalifah ditujukan kepada langit, bumi, gunung-gunung, hewan, tumbuhan, mereka menolak tidak menyanggupi, tapi apalah diperbuat manusia dengan sombongnya mengiyakan…. Dan banyak nya yang mendustakan…
Ketika harus ‘aku’…
Maka istigfar itu tiada putus….
Bagai di uji iman dan lagi-lagi hati….
Ketika harus ‘aku’…
Teringat pertanyaan Imam Al-Ghozali tentang pertanyaan
Apa yang paling berat di dunia ini?’
Maka jawabannya adalah,
Sekali lagi jawabannya adalah memegang amanah….
Ketika harus ‘aku’…
Status baru didengar telinga-telinga lain,
Dan yang paling menyakitkan adalah ketika pujian tak henti bertubi-tubi….
Mirisnya adalah…….
Ketika hati merasa senang dengan pujian-pujian itu,
terlenakan,
dan karna pujian itu menambah giroh gerak,
maka astagfirullahaladzim….
Ketika harus ‘aku’…
PIkiran , hati, tenaga, semuanya mendapat bagian,
Atas nama ‘dakwah adalah cinta….’
Maka ketika harus ‘aku’…
Renovasi niat diawal, ditengah, beriring diakhir digencarkan…
Karena Allah mengetahui niat tersembunyi dan kata hati yang paling dalam sekalipun…
Dan hati itu pun akan diminta pertanggung jawaban….
Pengangi hati, ketika engkau harus menjadi ‘Aku’
Maka bersiaplah dengan ujian yang baru…
Tenanglah, semakin kuat iman seseorang, semakin kuat pula ujiannya….
Pertanda Allah sayang…
Ketika harus ‘aku,
dilempar pegangan,
Semoga sesuatu yang manis menantimu,
Dan jadilah ‘aku’ seutuhnya… ^^
Lalu siapa 'aku'...Itulah dirimu....Bersiap siaga lah….”
Spesial untuk sahabat terkasih nun jauh disana ^^ Miss u...:)
Wajahmu Mengalihkan Duniaku....
Ukh....
Betapa engkau anggun dengan uluran hijab memanjang dan lebar itu…
Hingga engkau jaga perhiasaanmu…
Hingga engkau jaga apa yang tak boleh tampak olehmu….
Engkau lebih perhias lagi dengan kesantunan…
dengan sifat-sifat keakhwatan….
Tapi ,
Taukah engkau…..??!
Taukah engkau….??
Uluran jilbabmu yang panjang,
Dari belakang pun sudah menggetarkan hati ini….
Bagaimana jika aku mendapati wajahmu?
Bagaimana jika pandang ini menatapmu tak terhindarkan, walau sekali pun?
Hati ini, hati ini kasian sekali ukhti….
Sandang setinggi apapun aku dalam ranah dakwah ini,
Tak menutup kemungkinan jiwa ini rapuh,
Iman yang fruktuasi,…
Kasihani hati ini ukh…
Ikhwan juga manusia biasa,
yang punya perasaan yang harus tetap dijaga….
Sekuat apapun iman seorang ikhwan,
Melihat seorang akhwat itu dapat menghadirkan arus listrik mata hingga tanpa izin ke hati..
Kadang ada getar-getar tak jelas entah apa itu…
sekali lagi kasihani hati ini ukh…
Karna kadang aku tak mampu…..
Suatu ketika dalam syuro’,
Aku memandangimu untuk waktu yang lama, memperhatikan argument yang engkau ungkapkan…
Tapi tanpa sadar pula, selama itu, selama tatapan itu, terlintas dihati,
Walau sepintas terlintas,
‘engkau cantik ya… engkau akhwat super… engkau cerdas….’
……….
Muncul kekaguman…
Ya, kagum itu manusiawi, tapi jika ia malah merasuk ke hati,
Merapuhkan, menggalaukan, mengacaukan….
Hingga pernah ketika ingin makan, terbayang selintas wajahmu tadi,
Bukankah seharusnya sebelum dan sesudah makan aku mengingatNYA, bukan mengingatmu….
Hingga ketika sholat aku ingat wajahmu ketika sedang berucap kata-kata spirit dakwah,
Karena pancaran imanmu, wajahmu mengingatkan ku padaNYA… Alhamdulillah…
Tapi kenapa wajahmu melebihi namaNYA dihati ini…. Astagfirulllah…
Bukankah ketika sholat seharusnya yang diingat adalah IA, bukan engkau ukhti…
Ketika aku down dalam pengupayaan urusan dunia,
aku kembali teringat engkau dengan segenap ketangguhanMU sebagai sosok akhwat super,
Tapi kenapa,
Bukankah yang seharusnya ku ingat adalah IA,
Yang seharusnya menguatkan adalah dengan mengingatNYA, bukan engkau ukh…
Suara mu yang lembut, melunakkan hati ini….
Itulah mengapa Allah melarang seorang Akhwat melembut-lembutkan suara nya dihadapan ikhwan…
Tapi aku yakin suara mu tak dibuat-buat…
Itulah mengapa aku makin perkuat genggaman hati….
Maka aku harap padamu, Ukhtifillah,
engkau begitu berharga,
Wajahmu mampu mengalihkan dunia,
Suara mu jua…..
Tapi kadang, mengalihkan iman ini,
Mungkin juga membuatNYA cemburu….
Jagalah perhiasaan mu,
Jagalah hadiah terbaik kecantikan yang dititipkan NYA,
Jagalah pandang itu, sama-sama mengingatkan….
Karena kadang aku tak mampu….
Dunia ini akan baik, jika wanita nya pun baik,..
Negeri ini hancur, karena banyak wanita yang berpakaian tapi telanjang….!
Bersyukurlah engkau ukhti dengan iman yang dipegang erat kini…
Tapi tak menutup kemungkinan itu pun bisa jadi fitnah,
Bisa jadi bomerang bagi ikhwan-ikhwan terjaga….
Ghouzhul Bashar….
Tundukkan pandangan kita…. -Seorang ikhwan-Untuk mu.....
Betapa engkau anggun dengan uluran hijab memanjang dan lebar itu…
Hingga engkau jaga perhiasaanmu…
Hingga engkau jaga apa yang tak boleh tampak olehmu….
Engkau lebih perhias lagi dengan kesantunan…
dengan sifat-sifat keakhwatan….
Tapi ,
Taukah engkau…..??!
Taukah engkau….??
Uluran jilbabmu yang panjang,
Dari belakang pun sudah menggetarkan hati ini….
Bagaimana jika aku mendapati wajahmu?
Bagaimana jika pandang ini menatapmu tak terhindarkan, walau sekali pun?
Hati ini, hati ini kasian sekali ukhti….
Sandang setinggi apapun aku dalam ranah dakwah ini,
Tak menutup kemungkinan jiwa ini rapuh,
Iman yang fruktuasi,…
Kasihani hati ini ukh…
Ikhwan juga manusia biasa,
yang punya perasaan yang harus tetap dijaga….
Sekuat apapun iman seorang ikhwan,
Melihat seorang akhwat itu dapat menghadirkan arus listrik mata hingga tanpa izin ke hati..
Kadang ada getar-getar tak jelas entah apa itu…
sekali lagi kasihani hati ini ukh…
Karna kadang aku tak mampu…..
Suatu ketika dalam syuro’,
Aku memandangimu untuk waktu yang lama, memperhatikan argument yang engkau ungkapkan…
Tapi tanpa sadar pula, selama itu, selama tatapan itu, terlintas dihati,
Walau sepintas terlintas,
‘engkau cantik ya… engkau akhwat super… engkau cerdas….’
……….
Muncul kekaguman…
Ya, kagum itu manusiawi, tapi jika ia malah merasuk ke hati,
Merapuhkan, menggalaukan, mengacaukan….
Hingga pernah ketika ingin makan, terbayang selintas wajahmu tadi,
Bukankah seharusnya sebelum dan sesudah makan aku mengingatNYA, bukan mengingatmu….
Hingga ketika sholat aku ingat wajahmu ketika sedang berucap kata-kata spirit dakwah,
Karena pancaran imanmu, wajahmu mengingatkan ku padaNYA… Alhamdulillah…
Tapi kenapa wajahmu melebihi namaNYA dihati ini…. Astagfirulllah…
Bukankah ketika sholat seharusnya yang diingat adalah IA, bukan engkau ukhti…
Ketika aku down dalam pengupayaan urusan dunia,
aku kembali teringat engkau dengan segenap ketangguhanMU sebagai sosok akhwat super,
Tapi kenapa,
Bukankah yang seharusnya ku ingat adalah IA,
Yang seharusnya menguatkan adalah dengan mengingatNYA, bukan engkau ukh…
Suara mu yang lembut, melunakkan hati ini….
Itulah mengapa Allah melarang seorang Akhwat melembut-lembutkan suara nya dihadapan ikhwan…
Tapi aku yakin suara mu tak dibuat-buat…
Itulah mengapa aku makin perkuat genggaman hati….
Maka aku harap padamu, Ukhtifillah,
engkau begitu berharga,
Wajahmu mampu mengalihkan dunia,
Suara mu jua…..
Tapi kadang, mengalihkan iman ini,
Mungkin juga membuatNYA cemburu….
Jagalah perhiasaan mu,
Jagalah hadiah terbaik kecantikan yang dititipkan NYA,
Jagalah pandang itu, sama-sama mengingatkan….
Karena kadang aku tak mampu….
Dunia ini akan baik, jika wanita nya pun baik,..
Negeri ini hancur, karena banyak wanita yang berpakaian tapi telanjang….!
Bersyukurlah engkau ukhti dengan iman yang dipegang erat kini…
Tapi tak menutup kemungkinan itu pun bisa jadi fitnah,
Bisa jadi bomerang bagi ikhwan-ikhwan terjaga….
Ghouzhul Bashar….
Tundukkan pandangan kita…. -Seorang ikhwan-Untuk mu.....
Masih Untuk Sahabat Terkasih....^^
Saya datang, untuk berbagi kisah pribadi, berbagi inspirasi, berbagi
kisah penuh ibroh, berbagi renungan, berbagi hal manfaat apa saja yang
bisa dibagi, misi dakwah bilkalam lah.... hehee walau jarang diposting
di fb ya.... Tapi yang ini sesion cerita pribadi,hehee... hayo yang baca
dapet hadiah termahal, senyum termanis limitied edition Fitria
Widaswari.....:D
Hah, saya ingin berbagi cerita lucu pribadi... Malu sih,tapi tak apalah demi membuat mu senyum kembali sahabat terkasih ku dan sahabat dalam bayang manapun yang sedang dirundung murung mayun?... hehee.. Tapi bukan untuk bahan olok-olok ke saya ini lho,janji? ntar malah berjama’ah mojokin... hehee..
Waktu itu kuliah baru beberapa kali... Maklum,maba... Semua serba baru, temen baru,kampus baru, dosen baru, kelas baru, madrasah baru, semua deh baru... Kuliah sedang berlansung tapi teman-teman dibelakang pada cekikikan... sebel juga sebenarnya,dosen didepan nguak-nguak menyampaikan materi kuliah malah asyik cekikikan... koq ga ngajak-ngajak? Halah aku ini Hehee..... penasaran juga... noleh lah saya, “nawain apa sih, lucu banget?”.... Salah satu dari mereka bilang “baju kamu baru ya Fit?”... Sambil kerut kening “koq tau?”... itu merk dan harganya masih glantungan,hahaa....hihiiiihiii,,.....kwkwkwkwk.....gkgkgkgk... hahaaaa.”... makin keras mereka cekikikan....aku lirik dosen, ga liat.... hayo fitri copot copot, teriak hati dan jantung ku gelut... sejurus kemudian udah copot.... Hohooo,keringat dingin saya, malu, temen-teman baru, hohooo, hah miring ni imej, lain kali jaim dikit lah aku,hehee...^^ hohoo,ga mau lagi ga mau lagi ga mau lagi.... malu malu malu malu malu..... >,
Heheee, senyum dunk yang lagi murung....
Terkhusus untuk sahabatku yang diam seharian murung, engkau kenapa teman?
...
Senyum ya ^^
Hah, saya ingin berbagi cerita lucu pribadi... Malu sih,tapi tak apalah demi membuat mu senyum kembali sahabat terkasih ku dan sahabat dalam bayang manapun yang sedang dirundung murung mayun?... hehee.. Tapi bukan untuk bahan olok-olok ke saya ini lho,janji? ntar malah berjama’ah mojokin... hehee..
Waktu itu kuliah baru beberapa kali... Maklum,maba... Semua serba baru, temen baru,kampus baru, dosen baru, kelas baru, madrasah baru, semua deh baru... Kuliah sedang berlansung tapi teman-teman dibelakang pada cekikikan... sebel juga sebenarnya,dosen didepan nguak-nguak menyampaikan materi kuliah malah asyik cekikikan... koq ga ngajak-ngajak? Halah aku ini Hehee..... penasaran juga... noleh lah saya, “nawain apa sih, lucu banget?”.... Salah satu dari mereka bilang “baju kamu baru ya Fit?”... Sambil kerut kening “koq tau?”... itu merk dan harganya masih glantungan,hahaa....hihiiiihiii,,.....kwkwkwkwk.....gkgkgkgk... hahaaaa.”... makin keras mereka cekikikan....aku lirik dosen, ga liat.... hayo fitri copot copot, teriak hati dan jantung ku gelut... sejurus kemudian udah copot.... Hohooo,keringat dingin saya, malu, temen-teman baru, hohooo, hah miring ni imej, lain kali jaim dikit lah aku,hehee...^^ hohoo,ga mau lagi ga mau lagi ga mau lagi.... malu malu malu malu malu..... >,
Heheee, senyum dunk yang lagi murung....
Terkhusus untuk sahabatku yang diam seharian murung, engkau kenapa teman?
...
Senyum ya ^^
Untuk Sahabat Terkasih...
...........
Berdering handpone di samping kiriku…..tak beruntut…. sesekali…..Aku lirik, dari teman lama ku, si A….. Menekan tombol hijau, tampak sms nya singkat, “Apa kabar Fitria ?”……..Berdering kembali, sms masuk…. Ku lirik lagi, teman lama ku juga, si B…. singkat pun “Fitria apa kabar?...Gimana di Yogya ?”.........pesan singkat kembali, kali ini si C, “Lagi apa Fit?”…….tak beruntut, tapi ketika itu juga….. kembali berdering, kali ini telepon masuk…. Ku lirik, si D, juga teman lama…. Berdering begitu saja, tak ada gapaian tanganku…….
Kawan, Bukan tiada pulsa pesan terabai….
Bukan malas atau bosan menjawab panggilan, mendengar suara mu teman…..
Bukan angkuh dan lupa akan teman lama….
Sungguh bukan……
Tentu keliru jika demikian,kawan….
Tentu aku ingat saat duduk merapat bersama kalian….
Tentu aku ingat saat sharing cerita Cita-Cita kita….
Tentu aku ingat saat guyon bersama tertawa lepas…
Tentu aku ingat saat-saat makan bersama kita….
Tentu aku ingat saat bermasalah lalu peluk maaf......
Tentu aku ingat saat merapatkan shaf dalam jama’ah sholat kita….
Tentu aku ingat saat salam dan cengkrama itu tetap terjaga ketika bertemu dan berpisah….
Tentu aku ingat saat tangis pecah perpisahan kita dulunya….
Aku ingat kawan……aku ingat……
Satu hal, kalian tetap mendapat tempat di hati ini…. Tak tergantikan…. Kalian terbaik…. Diriku lah yang rombeng…. Rombeng menjalin tali kita, tali yang di rajut dulunya, kita ikat ujung-ujung nya kuat, kita ulur hingga memanjang…. Berharap ujung-ujung bagian yang diulur dapat kita pegang masing-masing walau kita jauh…. Tapi sepertinya aku lah yang terlalu memaksakan menarik bagian tali itu lebih panjang…. Hingga kalian kesulitan menarik kembali dan menormalkan posisi……
Tapi aku masih memegang ujung tali itu teman, tali ukhuwah kita…. Aku masih pegang…… Pegang dengan kelebihan kekuatan, bukan sisa-sisa kekuatan dari menarik dan mengulur tali-tali persoalan lain…..
Tapi ini lah kita sekarang dengan beragam kesibukan…. Bukan,bukan aku ingin mengatakan bahwa aku terlalu sibuk kawan, bukan…. Hanya proses mengembangkan potensi diri ini yang membuat waktu-waktu ku untuk kalian terkasih terminimalkan…. Hanya keadaan yang tak memungkinkan…. Hanya posisiku yang tak tepat untuk menjawab itu semua…..
Tetaplah tersenyum kawan…. Perhatian kalian ini sungguh akan menjadi jahitan dari diri yang rombeng…. Bukan penawar,bukan juga obat, tapi jahitan….. Jahitan menunjuk pengertian…..jahitan saling faham…..ya,jahitan…..Karena aku yakin kesalingpengertian rasa antar kita masih tetap terjaga, dan akan tetap terjaga…. Tetap ingatkan aku saat salah, saat terjatuh..... dan saat jauh.....
Sungguh indahnya saling mengerti dari hati-hati yang tlah terpaut…… Dahsyat :)
Haturan maaf mengiring salam kangen dan sayang,
Sahabat Mu yang merindukan,
Fitria Widaswari…..:)
........................
(Saat-saat rapat dan saat deadline itu menggunung… namun, lebih-lebih dari deadline adalah luangan untuk kita bersama)
....................
(..."Karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh, saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan, saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai,.. aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil, mungkin dua-duanya..... mungkin iman ku lah yang compang camping" - Dalam Dekapan Ukhuwah_Salim A.Fillah-)
Berdering handpone di samping kiriku…..tak beruntut…. sesekali…..Aku lirik, dari teman lama ku, si A….. Menekan tombol hijau, tampak sms nya singkat, “Apa kabar Fitria ?”……..Berdering kembali, sms masuk…. Ku lirik lagi, teman lama ku juga, si B…. singkat pun “Fitria apa kabar?...Gimana di Yogya ?”.........pesan singkat kembali, kali ini si C, “Lagi apa Fit?”…….tak beruntut, tapi ketika itu juga….. kembali berdering, kali ini telepon masuk…. Ku lirik, si D, juga teman lama…. Berdering begitu saja, tak ada gapaian tanganku…….
Kawan, Bukan tiada pulsa pesan terabai….
Bukan malas atau bosan menjawab panggilan, mendengar suara mu teman…..
Bukan angkuh dan lupa akan teman lama….
Sungguh bukan……
Tentu keliru jika demikian,kawan….
Tentu aku ingat saat duduk merapat bersama kalian….
Tentu aku ingat saat sharing cerita Cita-Cita kita….
Tentu aku ingat saat guyon bersama tertawa lepas…
Tentu aku ingat saat-saat makan bersama kita….
Tentu aku ingat saat bermasalah lalu peluk maaf......
Tentu aku ingat saat merapatkan shaf dalam jama’ah sholat kita….
Tentu aku ingat saat salam dan cengkrama itu tetap terjaga ketika bertemu dan berpisah….
Tentu aku ingat saat tangis pecah perpisahan kita dulunya….
Aku ingat kawan……aku ingat……
Satu hal, kalian tetap mendapat tempat di hati ini…. Tak tergantikan…. Kalian terbaik…. Diriku lah yang rombeng…. Rombeng menjalin tali kita, tali yang di rajut dulunya, kita ikat ujung-ujung nya kuat, kita ulur hingga memanjang…. Berharap ujung-ujung bagian yang diulur dapat kita pegang masing-masing walau kita jauh…. Tapi sepertinya aku lah yang terlalu memaksakan menarik bagian tali itu lebih panjang…. Hingga kalian kesulitan menarik kembali dan menormalkan posisi……
Tapi aku masih memegang ujung tali itu teman, tali ukhuwah kita…. Aku masih pegang…… Pegang dengan kelebihan kekuatan, bukan sisa-sisa kekuatan dari menarik dan mengulur tali-tali persoalan lain…..
Tapi ini lah kita sekarang dengan beragam kesibukan…. Bukan,bukan aku ingin mengatakan bahwa aku terlalu sibuk kawan, bukan…. Hanya proses mengembangkan potensi diri ini yang membuat waktu-waktu ku untuk kalian terkasih terminimalkan…. Hanya keadaan yang tak memungkinkan…. Hanya posisiku yang tak tepat untuk menjawab itu semua…..
Tetaplah tersenyum kawan…. Perhatian kalian ini sungguh akan menjadi jahitan dari diri yang rombeng…. Bukan penawar,bukan juga obat, tapi jahitan….. Jahitan menunjuk pengertian…..jahitan saling faham…..ya,jahitan…..Karena aku yakin kesalingpengertian rasa antar kita masih tetap terjaga, dan akan tetap terjaga…. Tetap ingatkan aku saat salah, saat terjatuh..... dan saat jauh.....
Sungguh indahnya saling mengerti dari hati-hati yang tlah terpaut…… Dahsyat :)
Haturan maaf mengiring salam kangen dan sayang,
Sahabat Mu yang merindukan,
Fitria Widaswari…..:)
........................
(Saat-saat rapat dan saat deadline itu menggunung… namun, lebih-lebih dari deadline adalah luangan untuk kita bersama)
....................
(..."Karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh, saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan, saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai,.. aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil, mungkin dua-duanya..... mungkin iman ku lah yang compang camping" - Dalam Dekapan Ukhuwah_Salim A.Fillah-)
Catatan Hati Seorang Fitria Widaswari....
5 Oktober 2011
23.15
Lantai dua penginapan…..Ditemani bangku merah depan kamar….
Mendongak kepala ku…..
Pesawat itu ‘Garuda Air’….
pesawat yang aku tumpangi dulu……
Lalu pikiran ku mundur memutar memori…….
………..
Tak sadar dan sungguh masih tak percaya…..
aku benar-benar sendiri…….
Ya, sendiri…………
……….
Tak ada yang ku kenal sebelumnya…..
Tak ada keluarga……
Tak ada handai toilan…….
Tak ada sama sekali…….
Tapi…..tak ada kekhawatiran …..
semua saudara baru disini baik baik insyaAllah…..
Kalau pun ada buruknya maka buang dan cukup ambil baiknya……
Dan inilah keluarga baru ku…..
keluarga yang akan membersamai langkah ini….
Dan Tak ada yang perlu ditakutkan …..
karena mereka yang akan siap menguatkan dan mengingatkan dalam kebaikan……
Tapi ini lah lingkungan baru…..
Benar kata pepatah…..
Sebaik-baik dinegeri orang jauh lebih baik dinegeri sendiri……
aku tak ingin diwarnai dengan hal yang tidak-tidak….
dengan kebiasaan yang agama menentang…….
Inilah ujian iman dalam kesendirian,
harus ‘menguatkan diri sendiri’…..
………..
Tiba saat nya pikiran ku melayang kelain hal……
Kini melayang mengingat teman-teman seperjuangan di kampung halaman…..
Indahnya…..
Betapa beruntung diri ini terasa…….
Pernah mengenal mereka……..
Pernah dekat selalu membersamai mereka……
Paling ingat betul saat dalam guyon kebersamaan ……
Ah…Miss them…….
Wahai angin malam…..
Sampaikan salam rindu ku ini pada teman-teman kelas…….
Teman-teman sekolah dulu….
Teman-teman Les….
Teman-teman dekat……
dan…………….
Teman-teman liqo……Oh…..Hiks……….. (T_T) ……Betapa………
Lindungi mereka….Muliakan mereka…..mudahkan urusannya…..kuatkan mereka dengan iman dan islam………
Yaa Allah yaa Kabiiru…..
Give thanks to Allah atas anugerah terindah ini…..
Anugerah terindah ‘pernah mengenal dan bersaudara dengan mereka’………
………..
Memori ku semakin mundur…..senyum-senyum sendiri aku kini….. :-) J
……….
Sampai lah lamunan ku dengan memori alur mundur yang semakin menyakinkan…..
semakin memberi semangat dalam kesakitan……
semakin menguatkan dalam kesendirian………
semakin menegaskan diri untuk jauh lebih mandiri…..
semakin menangguhkan jiwa untuk terus ihsan dijalan ini……
Ingatan ini……
Aku teringat pada orang-orang mulia terkasih…..
Orang-orang predikat pertama dihati ini…..
Orang-orang yang engkau titipkan pada ku hingga terbentuklah aku sedemikian ini……
Orang-orang tersayang nomor wajid……….
Orang-orang yang kebahagiaanya adalah cita-cita ku…….
Ah,sebenarnya jujur aku rindu…..
kangen ni…….
Tapi belum pernah aku katakan aku rindu…..
Cukup mendengar kabar mereka sehat,luar biasa sehat diriku…..
Karena aku tau mereka jauh lebih rindu……
Prinsip yang akan menguatkankan adalah bahwa Allah Maha Melindungi……
Allah is Waliyyu….
Allah is Hafiizhu…..
So so much Miss U……..:)……
Untuk mu aku hidup (setelah Allah)…….
Untuk mu aku jauh belajar dikota terasing ini…….
Untuk mu pengorbanan dan perjuangan ini…..…..ibu……
…………
…………
………..
MasyaAllah……sadarlah aku dari lamunan ini…..Kanget……!!
Oh Ibu sms…..
”Tidur jangan terlalu larut…….!!”
smsnya pake tanda seru……Wah ini perintah orang terkasih…..
Melihat jam handphone sudah pukul 23.15…
Waktunya rehat dan mempersiapkan semangat untuk perjuangan hari esok……
Terima kasih ibu…..seolah kau merasakan lamunan panjangku dibawah langit biru malam ini………
........
Biarkan aku tetap tegak kuat diatas kaki ku sendiri Tuhan......di atas pijakan belahan bumi yang lain kini.....
Allahuakbar……!!
........................
23.15
Lantai dua penginapan…..Ditemani bangku merah depan kamar….
Mendongak kepala ku…..
Pesawat itu ‘Garuda Air’….
pesawat yang aku tumpangi dulu……
Lalu pikiran ku mundur memutar memori…….
………..
Tak sadar dan sungguh masih tak percaya…..
aku benar-benar sendiri…….
Ya, sendiri…………
……….
Tak ada yang ku kenal sebelumnya…..
Tak ada keluarga……
Tak ada handai toilan…….
Tak ada sama sekali…….
Tapi…..tak ada kekhawatiran …..
semua saudara baru disini baik baik insyaAllah…..
Kalau pun ada buruknya maka buang dan cukup ambil baiknya……
Dan inilah keluarga baru ku…..
keluarga yang akan membersamai langkah ini….
Dan Tak ada yang perlu ditakutkan …..
karena mereka yang akan siap menguatkan dan mengingatkan dalam kebaikan……
Tapi ini lah lingkungan baru…..
Benar kata pepatah…..
Sebaik-baik dinegeri orang jauh lebih baik dinegeri sendiri……
aku tak ingin diwarnai dengan hal yang tidak-tidak….
dengan kebiasaan yang agama menentang…….
Inilah ujian iman dalam kesendirian,
harus ‘menguatkan diri sendiri’…..
………..
Tiba saat nya pikiran ku melayang kelain hal……
Kini melayang mengingat teman-teman seperjuangan di kampung halaman…..
Indahnya…..
Betapa beruntung diri ini terasa…….
Pernah mengenal mereka……..
Pernah dekat selalu membersamai mereka……
Paling ingat betul saat dalam guyon kebersamaan ……
Ah…Miss them…….
Wahai angin malam…..
Sampaikan salam rindu ku ini pada teman-teman kelas…….
Teman-teman sekolah dulu….
Teman-teman Les….
Teman-teman dekat……
dan…………….
Teman-teman liqo……Oh…..Hiks……….. (T_T) ……Betapa………
Lindungi mereka….Muliakan mereka…..mudahkan urusannya…..kuatkan mereka dengan iman dan islam………
Yaa Allah yaa Kabiiru…..
Give thanks to Allah atas anugerah terindah ini…..
Anugerah terindah ‘pernah mengenal dan bersaudara dengan mereka’………
………..
Memori ku semakin mundur…..senyum-senyum sendiri aku kini….. :-) J
……….
Sampai lah lamunan ku dengan memori alur mundur yang semakin menyakinkan…..
semakin memberi semangat dalam kesakitan……
semakin menguatkan dalam kesendirian………
semakin menegaskan diri untuk jauh lebih mandiri…..
semakin menangguhkan jiwa untuk terus ihsan dijalan ini……
Ingatan ini……
Aku teringat pada orang-orang mulia terkasih…..
Orang-orang predikat pertama dihati ini…..
Orang-orang yang engkau titipkan pada ku hingga terbentuklah aku sedemikian ini……
Orang-orang tersayang nomor wajid……….
Orang-orang yang kebahagiaanya adalah cita-cita ku…….
Ah,sebenarnya jujur aku rindu…..
kangen ni…….
Tapi belum pernah aku katakan aku rindu…..
Cukup mendengar kabar mereka sehat,luar biasa sehat diriku…..
Karena aku tau mereka jauh lebih rindu……
Prinsip yang akan menguatkankan adalah bahwa Allah Maha Melindungi……
Allah is Waliyyu….
Allah is Hafiizhu…..
So so much Miss U……..:)……
Untuk mu aku hidup (setelah Allah)…….
Untuk mu aku jauh belajar dikota terasing ini…….
Untuk mu pengorbanan dan perjuangan ini…..…..ibu……
…………
…………
………..
MasyaAllah……sadarlah aku dari lamunan ini…..Kanget……!!
Oh Ibu sms…..
”Tidur jangan terlalu larut…….!!”
smsnya pake tanda seru……Wah ini perintah orang terkasih…..
Melihat jam handphone sudah pukul 23.15…
Waktunya rehat dan mempersiapkan semangat untuk perjuangan hari esok……
Terima kasih ibu…..seolah kau merasakan lamunan panjangku dibawah langit biru malam ini………
........
Biarkan aku tetap tegak kuat diatas kaki ku sendiri Tuhan......di atas pijakan belahan bumi yang lain kini.....
Allahuakbar……!!
........................
- Bermimpilah setinggi langit, karena seandainya anda terjatuh, maka anda akan terjatuh diantara bintang-bintang
Galau Akut.... #,#
Galau?..
Unyu’-unyu’ sekali kalau dikatakan, GA-LAU…
Ada unsur ‘sesuatu’, yah gimana gitu lo…. Hee ^^
Galau sering diartikan bingung atau dilema, atau kata Dosen ekonomi saya: tradeoff….
Galau dan Kecewa yang tidak dikelola bisa berbuah frustasi atau ‘jadi pikiran’…
Kalau saya boleh istilahkan; ‘Galau Akut’ #.#)
Setiap kita pasti punya masalah...
Atau hari ini mungkin ada ‘sesuatu’ yang kebawa-bawa kepikiran mulu….
Kalau kata lagunya Maya itu “Aku mau makan, ku ingat ‘kamu’…. Aku mau tidur, ku ingat ‘kamu’… Aku sedang binggung juga ku ingat ‘kamu’…” Kalau konteksnya ‘kamu’ disitu adalah suatu masalah maka menyebalkan sekali menjadi tokoh ‘aku’….Wah Galau tenan….
Saudaraku, pernah merasakan hati tak tenang?
Pernah merasakan otak digelantungi masalah yang membuat kepikiran?
Apa yang kau batinkan??
Akankah yang didominasi hatimu adalah rasa putus asa,
sedih terus-menerus,
mencari kambing hitam kesalahan,
juga tidak ridho pada takdir hingga menyalahkan Allah
dan mengatakan bahwa Allah tidak adil?
Frustasi?
*Yang merasa iya ngacung?
Wah nda keliatan ada yang ngacung,
berarti semua Saudara ku ini sholeh-sholehah semua ya insyAllah, hehe :D
Frustasi atau Galau Akut adalah keadaan dimana ketika berada pada suatu yang sulit,
karena apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Ketika mengalami frustasi kita harus lebih bijak mengelola hati agar tidak menimbulkan bencana yang berkelanjutan, dan memperparah kondisi otak.
Yah tentu boleh dan manusiawi jika kita merasa sedih,
hingga menangis atau kecewa, tapi lakukanlah dengan sewajarnya.
“Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis…” (An Najm:43)
Jangan sampai rasa kekecewaan itu membuat kita semakin lemah dan tak bersemangat beraktifitas.
Karena yakinlah Saudaraku,
kegagalan atau kekecewaan bukanlah akhir dari segalanya,
justru seharusnya ini bisa kita jadikan campuk diri untuk lebih baik lagi,
untuk mencoba lagi,
untuk lebih gigih lagi ikhtiar…
Karena, sungguh, dibalik kesulitan itu pasti ada kemudahan…
Sekali lagi, dibalik kesulitan itu Allah menjanjikan kemudahan….
“Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan; sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan” (Alam Nashrah: 5-6)
Allah menguji mu, itu artinya Allah masih sayang padamu…
Nah, saat frustasi meradang, cepat-cepat cari solusi…
Solusi mujarab pertama adalah dengan perbanyak mengingat Allah…
Saudariku, cobalah disaat berjalan dari kamar ke dapur dengan perbanyak istigfar, sepenuh hati,
karena yang kita ingat dalam istigfar itu kesalahan, masalah kita dan tentu Allah,
\pasti ada ‘sesuatu’ merasuk ke hati, satu rasa penetralisir Galau; ketenangan…
Bayangkan jika itu kita lakukan menjadi rutinitas, dalam setiap langkah kita, ketentraman hati buahnya…
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram…” (Ar Ra’d:28)
Solusi lainnya adalah….…
mau langsung dipraktekkan kah?...
yoh ! ambil wudhu, sholatlah..
sholatlah karena engkau butuh Allah…
Mendekatlah padaNya, bila sudah dekat, maka Allah pun akan menurunkan pertolongannya.
Itulah mengapa orang beriman tetap tenang walaupun berjubel masalahnya.
Karena ada ketentraman yang datang dari Allah dan tidak bisa diganti dengan apapun.
Tentu berbeda dengan orang yang hatinya jauh dari Allah..
saat frustasi mendera, setan dengan mudahnya membisikkan rayuan,
hingga maksiat dan tindakan sia-sia lah menjadi pelarian, atau bahkan bunuh diri, na’uzubillah…
Lalu perbanyak berdo’a..
Mohonlah pada Allah diberi kemudahan jalan…
dengan kesungguhan do’a kepada Sang Pencipta diri.
Kemudian, terakhir adalah perbanyaklah bertaubat pada Allah…
Bisa jadi frustasi atau kegagalan itu terjadi karena banyaknya maksiat yang kita lakukan...
Muhasabah, dekatkan diri padaNya, maka stres tak akan berani dekat-dekat… ^^
Unyu’-unyu’ sekali kalau dikatakan, GA-LAU…
Ada unsur ‘sesuatu’, yah gimana gitu lo…. Hee ^^
Galau sering diartikan bingung atau dilema, atau kata Dosen ekonomi saya: tradeoff….
Galau dan Kecewa yang tidak dikelola bisa berbuah frustasi atau ‘jadi pikiran’…
Kalau saya boleh istilahkan; ‘Galau Akut’ #.#)
Setiap kita pasti punya masalah...
Atau hari ini mungkin ada ‘sesuatu’ yang kebawa-bawa kepikiran mulu….
Kalau kata lagunya Maya itu “Aku mau makan, ku ingat ‘kamu’…. Aku mau tidur, ku ingat ‘kamu’… Aku sedang binggung juga ku ingat ‘kamu’…” Kalau konteksnya ‘kamu’ disitu adalah suatu masalah maka menyebalkan sekali menjadi tokoh ‘aku’….Wah Galau tenan….
Saudaraku, pernah merasakan hati tak tenang?
Pernah merasakan otak digelantungi masalah yang membuat kepikiran?
Apa yang kau batinkan??
Akankah yang didominasi hatimu adalah rasa putus asa,
sedih terus-menerus,
mencari kambing hitam kesalahan,
juga tidak ridho pada takdir hingga menyalahkan Allah
dan mengatakan bahwa Allah tidak adil?
Frustasi?
*Yang merasa iya ngacung?
Wah nda keliatan ada yang ngacung,
berarti semua Saudara ku ini sholeh-sholehah semua ya insyAllah, hehe :D
Frustasi atau Galau Akut adalah keadaan dimana ketika berada pada suatu yang sulit,
karena apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Ketika mengalami frustasi kita harus lebih bijak mengelola hati agar tidak menimbulkan bencana yang berkelanjutan, dan memperparah kondisi otak.
Yah tentu boleh dan manusiawi jika kita merasa sedih,
hingga menangis atau kecewa, tapi lakukanlah dengan sewajarnya.
“Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis…” (An Najm:43)
Jangan sampai rasa kekecewaan itu membuat kita semakin lemah dan tak bersemangat beraktifitas.
Karena yakinlah Saudaraku,
kegagalan atau kekecewaan bukanlah akhir dari segalanya,
justru seharusnya ini bisa kita jadikan campuk diri untuk lebih baik lagi,
untuk mencoba lagi,
untuk lebih gigih lagi ikhtiar…
Karena, sungguh, dibalik kesulitan itu pasti ada kemudahan…
Sekali lagi, dibalik kesulitan itu Allah menjanjikan kemudahan….
“Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan; sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan” (Alam Nashrah: 5-6)
Allah menguji mu, itu artinya Allah masih sayang padamu…
Nah, saat frustasi meradang, cepat-cepat cari solusi…
Solusi mujarab pertama adalah dengan perbanyak mengingat Allah…
Saudariku, cobalah disaat berjalan dari kamar ke dapur dengan perbanyak istigfar, sepenuh hati,
karena yang kita ingat dalam istigfar itu kesalahan, masalah kita dan tentu Allah,
\pasti ada ‘sesuatu’ merasuk ke hati, satu rasa penetralisir Galau; ketenangan…
Bayangkan jika itu kita lakukan menjadi rutinitas, dalam setiap langkah kita, ketentraman hati buahnya…
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram…” (Ar Ra’d:28)
Solusi lainnya adalah….…
mau langsung dipraktekkan kah?...
yoh ! ambil wudhu, sholatlah..
sholatlah karena engkau butuh Allah…
Mendekatlah padaNya, bila sudah dekat, maka Allah pun akan menurunkan pertolongannya.
Itulah mengapa orang beriman tetap tenang walaupun berjubel masalahnya.
Karena ada ketentraman yang datang dari Allah dan tidak bisa diganti dengan apapun.
Tentu berbeda dengan orang yang hatinya jauh dari Allah..
saat frustasi mendera, setan dengan mudahnya membisikkan rayuan,
hingga maksiat dan tindakan sia-sia lah menjadi pelarian, atau bahkan bunuh diri, na’uzubillah…
Lalu perbanyak berdo’a..
Mohonlah pada Allah diberi kemudahan jalan…
dengan kesungguhan do’a kepada Sang Pencipta diri.
Kemudian, terakhir adalah perbanyaklah bertaubat pada Allah…
Bisa jadi frustasi atau kegagalan itu terjadi karena banyaknya maksiat yang kita lakukan...
Muhasabah, dekatkan diri padaNya, maka stres tak akan berani dekat-dekat… ^^
TERLUPAKAN....
Dengan semangat, kegiatan kita akan lebih bernilai lebih…
Dengan niat, langkah kita pun jelas…
Dengan visi yang kuat, mau dibawa kemana diripun terarah...
Dengan manajemen waktu yang baik, segala capaian jadi efisien…
dan dengan berjama’ah, ada banyak mimpi yang mudah terealisasi…
Tapi taukah engkah Saudariku?...
satu hal yang tak boleh engkau lalaikan,
satu hal yang terkadang terlupa dan dianggap biasa,
padahal tanpanya tiadalah gerak kita, tiadalah konstribusi kita…
Satu hal bernama “Kesehatan”, terabaikan, terlalaikan….
Pernah suatu ketika saya ditanya seorang Sahabat
“Anti sudah makan?”
Dengan entengnya saya menjawab,
“Oh belum, gapapa, gampang itumah ukh…”
Ia tersenyum garing padaku…. Ku balas, dengan senyum termanis… *n_n*
Karna itu, ada motivasi untuk cari tau makna dibalik senyum sang teman,
Tentang ‘apa yang salah dengan jawabanku’…
#jazakillah untuk mu ukh, karna mu bertambah imanku…
Super sekali,
ketika teman-teman samping kanan kiri kita yang suka mengingatkan ketika belum makan,
#apalagi kalau plus ditraktir ya, ngarep :D Suatu hal yang biasa terdengar, sudah makan belum?..
seperti kasus saya diatas,
tak terlintas sedikitpun tentang pentingnya memenuhi hak tubuh…
Sungguh tubuh kita punya hak akan kebutuhan asupan…
Saya mengerti engkau adalah orang sibuk atau tersibukkan atau bahkan menyibukkan diri…
Ada yang masih mengeyam pendidikan sekolah menengah dan sibuk dengan ujian nasional yang sebentar lagi atau tugas kejar materi…
Ada yang kuliah, sibuk dengan seabrek tugas-tugas kuliah, sibuk dengan amanah keorganisasian yang dipegang,
sibuk dengan keuangan yang menipis, sibuk akan putar otak menyelesaikan masalah demi masalah…
Atau yang sudah bekerja,
sibuk memikirkan bagi waktu antara kerja dan lainnya…
Sampai yang sibuk dengan smsan, online, fban, BBMan, ngetwit-ngetwit…
atau sibuk caling-calingan berjam-jam dengan seorang spesial disebrang sana yang ‘dipertanyakan’…
Luar biasa ya kesibukkan masing-masing...?
Tapi tentu, semoga kesemua Saudari terkasih ini kesibukkannya adalah kesibukkan yang bergizi:D
Mungkin jelas, jika dalam konteks memberdayagunakan tenaga fisik, jelas butuh dukungan asupan tubuh….
Tapi yang lebih terporsir adalah otakmu,
dia berfikir terus menerus termasuk disaat tidur…
Maka kesimpulan nya jelas bahwa tubuh sungguh butuh asupan untuk mendukung kerja fisik mu dan kerja otakmu…
Itulah sebabnya, satu hal biasa, tapi ternyata luar biasa pengaruhnya…
Berada diatas segala tujuan utama…
Jika dengan niat,
dengan amal jamaah,
dengan visi yang besar,
dengan gerak yang jelas,
maka kau tetap bisa berbondong-bondong kepada titik sukses itu,
tapi jika tanpa sehat,
segala bentuk apapun itu tujuanmu,
tak kan pernah ada real,
bergerak melakukan sesuatu pun sulit jika kau sakit teman,lalu bagaimana capaian visi mu?...
Jangan ada kata down menapaki ‘jalan ini’…
Bahaya sekali tho,
yuuk sama-sama menyadarkan diri sendiri,
hatimu dibangunkan,
dicerna ibroh dari yang tersampaikan,
akan pentingnya menjaga kesehatan….
Mari bangun kesadaran,
suatu yang kecil bisa berdampak besar… yuuuhuuu….^^
#Spesial keluarga baru ku, ukhwahfillah UKMF JM Al-Ishlah…
Visi misi yang mulia akan mati jika engkau memporsir diri hingga lelah tubuh kurang istirahat,
lupa makan, hingga kepikiran…
Engkau asset termahal dalam harokah ini…
Pegang amanah,
penuhi hak tubuh kita, dakwah ini harus tetap berselancar keseluruh objeknya,
dakwah bil qalom salah satu nya…#
“Sudah, Makan Dulu Saaana….!!” #pake ekspresi iklan….
Salam SEHAT !! ^^
Dengan niat, langkah kita pun jelas…
Dengan visi yang kuat, mau dibawa kemana diripun terarah...
Dengan manajemen waktu yang baik, segala capaian jadi efisien…
dan dengan berjama’ah, ada banyak mimpi yang mudah terealisasi…
Tapi taukah engkah Saudariku?...
satu hal yang tak boleh engkau lalaikan,
satu hal yang terkadang terlupa dan dianggap biasa,
padahal tanpanya tiadalah gerak kita, tiadalah konstribusi kita…
Satu hal bernama “Kesehatan”, terabaikan, terlalaikan….
Pernah suatu ketika saya ditanya seorang Sahabat
“Anti sudah makan?”
Dengan entengnya saya menjawab,
“Oh belum, gapapa, gampang itumah ukh…”
Ia tersenyum garing padaku…. Ku balas, dengan senyum termanis… *n_n*
Karna itu, ada motivasi untuk cari tau makna dibalik senyum sang teman,
Tentang ‘apa yang salah dengan jawabanku’…
#jazakillah untuk mu ukh, karna mu bertambah imanku…
Super sekali,
ketika teman-teman samping kanan kiri kita yang suka mengingatkan ketika belum makan,
#apalagi kalau plus ditraktir ya, ngarep :D Suatu hal yang biasa terdengar, sudah makan belum?..
seperti kasus saya diatas,
tak terlintas sedikitpun tentang pentingnya memenuhi hak tubuh…
Sungguh tubuh kita punya hak akan kebutuhan asupan…
Saya mengerti engkau adalah orang sibuk atau tersibukkan atau bahkan menyibukkan diri…
Ada yang masih mengeyam pendidikan sekolah menengah dan sibuk dengan ujian nasional yang sebentar lagi atau tugas kejar materi…
Ada yang kuliah, sibuk dengan seabrek tugas-tugas kuliah, sibuk dengan amanah keorganisasian yang dipegang,
sibuk dengan keuangan yang menipis, sibuk akan putar otak menyelesaikan masalah demi masalah…
Atau yang sudah bekerja,
sibuk memikirkan bagi waktu antara kerja dan lainnya…
Sampai yang sibuk dengan smsan, online, fban, BBMan, ngetwit-ngetwit…
atau sibuk caling-calingan berjam-jam dengan seorang spesial disebrang sana yang ‘dipertanyakan’…
Luar biasa ya kesibukkan masing-masing...?
Tapi tentu, semoga kesemua Saudari terkasih ini kesibukkannya adalah kesibukkan yang bergizi:D
Mungkin jelas, jika dalam konteks memberdayagunakan tenaga fisik, jelas butuh dukungan asupan tubuh….
Tapi yang lebih terporsir adalah otakmu,
dia berfikir terus menerus termasuk disaat tidur…
Maka kesimpulan nya jelas bahwa tubuh sungguh butuh asupan untuk mendukung kerja fisik mu dan kerja otakmu…
Itulah sebabnya, satu hal biasa, tapi ternyata luar biasa pengaruhnya…
Berada diatas segala tujuan utama…
Jika dengan niat,
dengan amal jamaah,
dengan visi yang besar,
dengan gerak yang jelas,
maka kau tetap bisa berbondong-bondong kepada titik sukses itu,
tapi jika tanpa sehat,
segala bentuk apapun itu tujuanmu,
tak kan pernah ada real,
bergerak melakukan sesuatu pun sulit jika kau sakit teman,lalu bagaimana capaian visi mu?...
Jangan ada kata down menapaki ‘jalan ini’…
Bahaya sekali tho,
yuuk sama-sama menyadarkan diri sendiri,
hatimu dibangunkan,
dicerna ibroh dari yang tersampaikan,
akan pentingnya menjaga kesehatan….
Mari bangun kesadaran,
suatu yang kecil bisa berdampak besar… yuuuhuuu….^^
#Spesial keluarga baru ku, ukhwahfillah UKMF JM Al-Ishlah…
Visi misi yang mulia akan mati jika engkau memporsir diri hingga lelah tubuh kurang istirahat,
lupa makan, hingga kepikiran…
Engkau asset termahal dalam harokah ini…
Pegang amanah,
penuhi hak tubuh kita, dakwah ini harus tetap berselancar keseluruh objeknya,
dakwah bil qalom salah satu nya…#
“Sudah, Makan Dulu Saaana….!!” #pake ekspresi iklan….
Salam SEHAT !! ^^
Bisakah kita bicara dari hati ke hati...?
Spesial untuk mu sahabat terkasih di pijakan berbeda…
Bisakah kita bicara dari hati kehati?
Semalam bunga tidur menghantui, engkau disana menyerukan “Hubungi aku segera, sesibuk apapun engkau Fitri !”
Dirimukah itu ukh?
Sungguh aku masih disini, bersama hati yang yang tlah terpaut dengan hatimu….
Suaramu terdengar manja guyon berbisik…
Bersama dinginnya malam yang hangat karna selimut bayang senyum manis itu….
Bisakah kita bicara dari hati ke hati?
Karna tiba-tiba aku merindukanmu….
Karna sungguh sahabat terkasih tak tergantikan…
Karna engkau terlanjur mememori…
Karna terlalu manis untuk dilupakan….
Bisakah kita bicara dari hati ke hati?
Apa kabar engkau disana?
Apa kabar imanmu hari ini?
Apa ceritamu hari ini?
Cerita ku hari ini adalah…dirimu…. Bersama kita yang lalu…
Karna hal terindah, mengenalmu dan bersaudara dengan mu…
Bisakah kita bicara dari hati ke hati?
Tak mungkin menatap...
Maka share via-hati jadi solusi….
Getaran pesan radius kilometer hati mengabaikan jarak kita….
Karna engkau hadir memberi warna tersendiri,
Dengan kebiasaan yang kontras, mampu mendewasakan masing-masing diri…
Itulah mengapa engkau begitu berarti….
Bisakah kita bicara dari hati kehati?
Titip pesan dari hatiku,
Tempatkan diruang kosong dihatimu, sekecil apapun itu…
Untuk sebuah nama yang mungkin tiada arti, -Fitria Widaswari….
Miss U Sahabat Terkasihku ^^
Bisakah kita bicara dari hati kehati?
Semalam bunga tidur menghantui, engkau disana menyerukan “Hubungi aku segera, sesibuk apapun engkau Fitri !”
Dirimukah itu ukh?
Sungguh aku masih disini, bersama hati yang yang tlah terpaut dengan hatimu….
Suaramu terdengar manja guyon berbisik…
Bersama dinginnya malam yang hangat karna selimut bayang senyum manis itu….
Bisakah kita bicara dari hati ke hati?
Karna tiba-tiba aku merindukanmu….
Karna sungguh sahabat terkasih tak tergantikan…
Karna engkau terlanjur mememori…
Karna terlalu manis untuk dilupakan….
Bisakah kita bicara dari hati ke hati?
Apa kabar engkau disana?
Apa kabar imanmu hari ini?
Apa ceritamu hari ini?
Cerita ku hari ini adalah…dirimu…. Bersama kita yang lalu…
Karna hal terindah, mengenalmu dan bersaudara dengan mu…
Bisakah kita bicara dari hati ke hati?
Tak mungkin menatap...
Maka share via-hati jadi solusi….
Getaran pesan radius kilometer hati mengabaikan jarak kita….
Karna engkau hadir memberi warna tersendiri,
Dengan kebiasaan yang kontras, mampu mendewasakan masing-masing diri…
Itulah mengapa engkau begitu berarti….
Bisakah kita bicara dari hati kehati?
Titip pesan dari hatiku,
Tempatkan diruang kosong dihatimu, sekecil apapun itu…
Untuk sebuah nama yang mungkin tiada arti, -Fitria Widaswari….
Miss U Sahabat Terkasihku ^^
Langganan:
Postingan (Atom)
















