Senin, 25 Juni 2012

Galau Akut.... #,#

Galau?..
Unyu’-unyu’ sekali kalau dikatakan, GA-LAU…
Ada unsur ‘sesuatu’, yah gimana gitu lo…. Hee ^^

Galau sering diartikan bingung atau dilema, atau kata Dosen ekonomi saya: tradeoff….
Galau dan Kecewa yang tidak dikelola bisa berbuah frustasi atau ‘jadi pikiran’…
Kalau saya boleh istilahkan; ‘Galau Akut’  #.#)


Setiap kita pasti punya masalah...
Atau hari ini mungkin ada ‘sesuatu’ yang kebawa-bawa kepikiran mulu….
Kalau kata lagunya Maya itu “Aku mau makan, ku ingat ‘kamu’…. Aku mau tidur, ku ingat ‘kamu’… Aku sedang binggung juga ku ingat ‘kamu’…” Kalau konteksnya ‘kamu’ disitu adalah suatu masalah maka menyebalkan sekali menjadi tokoh ‘aku’….Wah Galau tenan….


Saudaraku, pernah merasakan hati tak tenang?
Pernah merasakan otak digelantungi masalah yang membuat kepikiran?
Apa yang kau batinkan??
Akankah yang didominasi hatimu adalah rasa putus asa,
sedih terus-menerus,
mencari kambing hitam kesalahan,
juga tidak ridho pada takdir hingga menyalahkan Allah
dan mengatakan bahwa Allah tidak adil?
Frustasi?
*Yang merasa iya ngacung?
Wah nda keliatan ada yang ngacung,
berarti semua Saudara ku ini sholeh-sholehah semua ya insyAllah, hehe :D

Frustasi atau Galau Akut adalah keadaan dimana ketika berada pada suatu yang sulit,
karena apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Ketika mengalami frustasi kita harus lebih bijak mengelola hati agar tidak menimbulkan bencana yang berkelanjutan, dan memperparah kondisi otak.
Yah tentu boleh dan manusiawi jika kita merasa sedih,
hingga menangis atau kecewa, tapi lakukanlah dengan sewajarnya.
“Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis…” (An Najm:43)

Jangan sampai rasa kekecewaan itu membuat kita semakin lemah dan tak bersemangat beraktifitas.
Karena yakinlah Saudaraku,
kegagalan atau kekecewaan bukanlah akhir dari segalanya,
justru seharusnya ini bisa kita jadikan campuk diri untuk lebih baik lagi,
untuk mencoba lagi,
untuk lebih gigih lagi ikhtiar…
Karena, sungguh, dibalik kesulitan itu pasti ada kemudahan…
Sekali lagi, dibalik kesulitan itu Allah menjanjikan kemudahan….
“Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan; sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan” (Alam Nashrah: 5-6)
Allah menguji mu, itu artinya Allah masih sayang padamu…

Nah, saat frustasi meradang, cepat-cepat cari solusi…
Solusi mujarab pertama adalah dengan perbanyak mengingat Allah…
Saudariku, cobalah disaat berjalan dari kamar ke dapur dengan perbanyak istigfar, sepenuh hati,
karena yang kita ingat dalam istigfar itu kesalahan, masalah kita dan tentu Allah,
\pasti ada ‘sesuatu’ merasuk ke hati, satu rasa penetralisir Galau; ketenangan…
Bayangkan jika itu kita lakukan menjadi rutinitas, dalam setiap langkah kita, ketentraman hati buahnya…
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram…” (Ar Ra’d:28)

Solusi lainnya adalah….…
mau langsung dipraktekkan kah?...
yoh ! ambil wudhu, sholatlah..
sholatlah karena engkau butuh Allah…
Mendekatlah padaNya, bila sudah dekat, maka Allah pun akan menurunkan pertolongannya.
Itulah mengapa orang beriman tetap tenang walaupun berjubel masalahnya.
Karena ada ketentraman yang datang dari Allah dan tidak bisa diganti dengan apapun.
Tentu berbeda dengan orang yang hatinya jauh dari Allah..
saat frustasi mendera, setan dengan mudahnya membisikkan rayuan,
hingga maksiat dan tindakan sia-sia lah menjadi pelarian, atau bahkan bunuh diri, na’uzubillah…

Lalu perbanyak berdo’a..
Mohonlah pada Allah diberi kemudahan jalan…
dengan kesungguhan do’a kepada Sang Pencipta diri.
Kemudian, terakhir adalah perbanyaklah bertaubat pada Allah…
Bisa jadi frustasi atau kegagalan itu terjadi karena banyaknya maksiat yang kita lakukan...

Muhasabah, dekatkan diri padaNya, maka stres tak akan berani dekat-dekat… ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar